Kab. Bandung, Kontroversinews | Seorang penjual bakso keliling bernama Adang (55), warga Pangalengan Malabar yang saat ini tinggal di Kampung Bojongpeuteuy RW 01, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, menjadi korban penipuan uang palsu senilai Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah).
Peristiwa tersebut terjadi saat Adang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah kontrakannya di Kampung Bojongpeuteuy. Di tengah perjalanan, ia didatangi dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor dan membeli bakso seharga Rp10.000.
Kedua pembeli tersebut membayar menggunakan uang pecahan Rp50.000 dengan tergesa-gesa. Tanpa curiga, Adang kemudian memberikan uang kembalian sebesar Rp40.000.
“Setelah selesai berjualan dan menghitung hasil penjualan, saya baru menyadari ada uang pecahan Rp50.000 yang ternyata palsu,” ungkap Adang, Sabtu (07/03/2026).
Maraknya peredaran uang palsu yang menyasar pedagang kecil membuat para pedagang diimbau untuk lebih berhati-hati. Salah satu cara untuk mengenali keaslian uang adalah dengan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Selain itu, pedagang juga disarankan untuk memeriksa tekstur kertas dan kejelasan gambar pada uang. Waspada juga apabila ada pembeli yang membeli barang dengan harga kecil namun membayar menggunakan uang pecahan besar seperti Rp50.000 atau Rp100.000, baik pada siang maupun malam hari. ***