13
Maret 2026 18:16 WIB
SOROT 47 Kali Dibaca

Bukan Sengketa, Bangunan MBG Karangwangi Kecamatan Depok Diduga Jadi Korban Vandalisme

Arsy Al Banzary

Arsy Al Banzary

Penulis

Bukan Sengketa, Bangunan MBG Karangwangi Kecamatan Depok Diduga Jadi Korban Vandalisme

CIREBON, Kontroversinews | Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan Dapur MBG di Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, diduga bermasalah hingga menyeret nama anggota DPRD dari Fraksi PKB, Tatang Ismail.

Dalam video tersebut terlihat tulisan pada pagar bangunan yang berbunyi: “Tanah Sengketa Dewan DPRD PKB Tatang Ismail Belum Bayar Hutang.”

Menanggapi hal tersebut, Tatang Ismail membantah bahwa bangunan tersebut merupakan objek sengketa. Ia menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah miliknya dan tidak sedang dalam persoalan hukum terkait kepemilikan.

“Saya bisa pastikan kalau bangunan tersebut milik saya dan bukan objek yang tengah bersengketa,” tegas Tatang, Jumat (13/03/2026).

Tatang justru menilai tulisan tersebut sebagai bentuk aksi vandalisme. Ia mengaku telah mengetahui pihak yang diduga melakukan tindakan tersebut dan akan menindaklanjutinya.

“Ya itu vandalisme. Saya sudah tahu siapa yang melakukan itu, nanti akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, pihak yayasan pengelola bangunan melalui perwakilannya, Rio Azazi, mengecam keras tindakan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa aksi vandalisme serupa sudah terjadi berulang kali.

“Kami mengecam tindakan tersebut karena sudah melanggar hukum. Kami menyewa tanah tersebut melalui mekanisme yang sesuai. Adapun urusan pemilik tanah dengan pihak lain bukan urusan kami. Kalau sudah seperti ini akhirnya mengganggu operasional MBG. Setahu saya, kejadian vandalisme ini sudah terjadi sekitar tujuh kali,” ujar Rio.

Rio juga mengaku pernah dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota TNI berpangkat kapten dan berdinas di Korem. Menurutnya, orang tersebut meminta agar program MBG yang dikelolanya dihentikan.

“Pernah ada yang menghubungi saya dan meminta agar program itu dihentikan. Dia mengaku sebagai kapten yang berdinas di Korem,” paparnya.

Rio mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemilik tanah, Tatang Ismail. Ia berharap ada langkah tegas untuk menindak pelaku vandalisme agar kejadian serupa tidak terulang.

“Karena kami menyewa kepada pemilik tanah, kami berharap ada tindak lanjut dari pemilik tanah untuk menindak pelaku vandalisme secara tegas,” pungkasnya. ***

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Ad Iklan Banner Bawah