15
APRIL 2026 00:42 WIB
SOROT 71 Kali Dilihat

Kuningan Swasembada Beras, Kehidupan Petani Masih Memprihatinkan

Uus

Uus

Penulis

Kuningan Swasembada Beras, Kehidupan Petani Masih Memprihatinkan

Kuningan, Kontroversinews -- Data Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan menunjukkan adanya peningkatan hasil pertanian selama tahun 2025 yang mencapai 120 ton.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Barak, Nana Rudiana, S.IP., menyampaikan kritiknya. Pada Selasa (14/4/2026) di Sekretariat Barak, ia menuturkan bahwa peningkatan produksi, khususnya beras, memang patut diapresiasi jika benar Kuningan telah mencapai swasembada.

"Namun hal ini tetap perlu dikaji dan dianalisis bersama," ujarnya.

Menurut Nana, kondisi lahan pertanian di Kuningan justru semakin berkurang, bukan bertambah, karena banyak yang beralih fungsi menjadi lahan pembangunan.

Ia juga menekankan bahwa yang perlu menjadi perhatian utama adalah kesejahteraan petani. "Faktanya, taraf hidup petani di Kuningan masih terseok-seok dan belum sejahtera," katanya.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada klaim swasembada beras tanpa melihat kondisi nyata di lapangan. "Jangan sampai pemerintah mengklaim swasembada beras, tetapi petani kita masih hidup miskin. Ini tentu ironis jika hanya demi laporan atau sekadar mendapatkan penghargaan," tegasnya.

Lebih lanjut, Nana menilai bahwa sebuah prestasi seharusnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, bukan sekadar simbolis. Ia juga menyinggung belum jelasnya data lahan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) di Kuningan yang menyebabkan tumpang tindih kebijakan.

"Padahal, Indonesia adalah negara agraris yang memiliki potensi besar jika lahan pertanian dikelola secara benar dan profesional," tambahnya.

Ia pun mengingatkan agar petani tidak dieksploitasi demi kepentingan bantuan atau penghargaan semata. Menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kehidupan petani masih rentan terhadap kemiskinan.

"Harga beras masih tinggi, harga pupuk juga mahal. Bagaimana petani bisa sejahtera? Yang ada, petani hanya bekerja keras, namun kehidupannya tetap pas-pasan dan jauh dari kata makmur," pungkasnya. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ad Iklan Banner Bawah