Kontroversinews | Para pejabat akhir-akhir ini sering mengalami sakit termasuk untuk para pejabat tinggi di Kabupaten Kuningan. Penyakit pejabat tinggi sering kali melibatkan kombinasi masalah fisik dan mental terutama post-power syndrome.Yaitu berupa gejala depresi/cemas seperti kehilangan jabatan, stres kronis akibat beban kerja tinggi serta gangguan kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke dan trigliserida tinggi. Masalah lain termasuk megalomania dan penyakit fisik karena gaya hidup sedenter seperti wasir.
Berikut detail penyakit yang sering dikaitkan dengan para pejabat tinggi termasuk anggota DPRD Kuningan :
- Masalah mental dankejiwaan atau psikis berupa Post-Power Syndrome dimanaterdapat kondisi emosional tidak stabil, cemas, putus asa atau murung karena diakibatkan kehilangan kekuasaan dan jabatan. Disini juga berlaku apabila mereka ketahuan oleh publik melakukan perbuatan tindak pidana korupsi hampir dipastikan akan terkena depresi berat.
- Megalomania adalahpenyakit psikologis berupa delusi kebesaran, merasa diri sangat penting dan haus pemujaan sehingga mengakibatkan terjadinya krisis identitas.
- Depresi yaituperasaan yang muncul tidak bergunadan krisis eksistensial setelah tidak menjabat atau mendapatkan tekanan aksi unjuk rasa dari masyarakat karena kesalahan kebijakan pengambilan keputusan yang dibuatnya.
- Stres kronis akibatbeban peran dan tanggung jawab yang berlebihan menyebabkan skor stres total yang tinggi dan bisa menimbulkan penyakit turunan lainnya.
- Gangguan kardiovaskular berupatrigliserida tinggi, jantung dan stroke yang diakibatkan oleh stres dan kurangnya aktivitas olahraga serta fisik.
- Gangguan lambung akibatrefluks asam lambung yang tinggi karena dipicu stres kronis akibat pikiran yang melayang dikejar dosa terhadap rakyat.
- Ditambah penyakit “perilaku”yaitu berupa Alpa, Ijin, Dikit-dikit Sakit atauistilah candaan untuk absensi bagi orang yang kinerjanya buruk.
- Korupsi atau ambisi berlebihanyang secara metafora dianggap penyakit moral berupa fokus pada kepentingan pribadi dan golongan saja dengan melupakan kepentingan rakyat.
Sebagai saran dan masukan maka pencegahan yang paling efektif untuk para pejabat tinggi di Kabupaten Kuningan disarankan untuk segera bertaubat dan menghilangkan pikiran negatif untuk merampok APBD Kuningan. Termasuk melakukan persiapan mental jangan sampai setelah pensiun diperiksa oleh Kejaksaan atau KPK. ***
Kuningan, 27 Februari 2026, Uha Juhana: Ketua LSM Frontal